Mengenai Saya

Foto saya
My Name : dr. Jopie Artha Alhitya Dane .Spa Kita hanya miliki waktu yang terbatas. Ketika cahaya masih bersinar di atas sebelum kau ditelan gelap Dan aku kembali terlelap Kau hanya semu katanya, tidak pernah nyata Tapi hanya dirimu yang begitu dekat denganku selain Tuhan dan Bundaku.

Jumat, 14 Oktober 2011

Tuhan,,, Aku Kau ciptakan SEMPURNA


bukan cinta bila tak berbagi
bukan sayang bila tak mengerti
ketahuilah bahwa aku memang begini
dan akan selalu begini

jangan kau satukan antara hati dan logika
hati hanya akan memberikan sesuatu yang disebut "sakit"
sementara logika, dia yang akan menuntunmu ke kunci kehidupan
maka jangan kau nilai aku dengan hati

Tuhan, kau ciptakan aku dengan semua kesempurnaan
tapi mengapa dimata ciptaanMu aku sama sekali tak sempurna???

lihat aku,,,
kecerdasan ini tak membawakan bangga pada keluargaku
ketelitian ini hanya menjadikanku jauh dari teman-temanku
dan kearogananku ini makin menjadikanku musuh bagi masyarakat disekitarku

jika Kau memiliki rencana yang sangat besar padaku Tuhan,
segeralah Kau tunjukkan
agar mereka mengerti, memahami, dan mau menerimaku sebusuk apapun diriku,
karena dimataMu aku, kami, manusia adalah makhluk paling sempurna yang Pernah Kau ciptakan...

Minggu, 09 Oktober 2011

Di Facebook ku kunal kau

Kya! Apa, ya, berhubung saya orangnya memang alay terkadang lebay, dan saya sadar sepenuh-penuhnya bahwa kedua sifat saya tersebut pasti membuat beberapa orang gerah dan jengah khususnya di Facebook, apalagi beberapa orang tersebut tidak mengenal siapa saya di kehidupan nyata. Sebab, percaya, deh, kalau beberapa orang tersebut mengenal saya benar-benar, mereka akan jauh lebih tidak suka lagi haha XD #mulaikan.gajenya

Sebenarnya, saya tipe makhluk yang senang diperhatikan, namun, sayang sesayang-sayangnya, saya adalah makhluk yang cuek dan cenderung tidak suka memperhatikan orang yang telah peduli terhadap saya. Saya tahu ini salah. Egois, malah. Tapi. Inilah saya T_____T Dengan segala ke-introvert-an yang ada di dalam diri saya, terkadang pun saya muak kepada diri saya sendiri #terdengar piring pecah di kejauhan #buka-buka buku Agnes Jesica

Setidaknya, satu hal yang membuat saya nyaman dengan ke-introvert-an saya sendiri adalah, ketika mengetahui ada seseorang yang benci dan tidak menyukai saya, saya tidak akan ambil pusing untuk mencari tahu alasan mengapa ada yang membenci saya. Saya gitu, loh #dilempar kerikil# Helllo, saya gitu #dilempar batu besar#

Tapi, percayalah, akan selalu ada beberapa orang yang tidak-akan-tidak dapat saya acuhkan keberadaannya. Maksud saya, ada beberapa orang yang keberadaannya sangat saya butuhkan untuk tetap eksis, dan untuk menjaga segala kemungkinan bahwa tubuh saya yang telah penuh dengan kemuakan tingkat tinggi tetap baik-baik saja. Dengan kata yang lebih sederhana, walau semua orang membenci saya, saya tetap dapat bertahan hidup; namun, ketika mereka membenci saya, hal itu akan terasa lebih menyakitkan. Jadi, saya akan memainkan musik 'Last Child' yang 'Diary Depresiku', menghidupkan pancuran terus menggalau di bawah tetesan air lalalala #sumpah, ini alay banget XD

Terus, apa gunanya note ini? Tadinya mau dipakai buat menggaje seperti biasa: menulis puisi. Tapi, kok, ya, jadi curhat --" It's ok lah, toh saya memang sudah kelanjur alay dan lebay dari sononya :B

-----------------------------------

Tatapan, Sapaan, dan Perkenalan



Kita percaya bahwa cinta berawal dari tatapan, sapaan, dan perkenalan.

Perihal tatapan, tiada tatapan paling indah, selain tatapan matamu yang tengah mencari-cari sesuatu yang mungkin tidak dapat kamu lihat di mata saya. Apakah yang saat itu kamu cari?

Dengan setengah malu-malu, dan sungguh, tidak dapatkah sebuah tatapan mata yang saling mencari, kita umpamakan sebagai sebuah sapaan, tanpa kata-kata, cukup saling bertatapan dan mari kita terjemahkan sapaan seperti apa yang telah kita ucapkan?

Hingga kita berkenalan, saling memperkenalkan diri, sekali lagi bertatapan, memberi salam yang sebenar-benarnya salam.

Kita percaya bahwa cinta berawal dari tatapan, sapaan, dan perkenalan. Pun, seperti kita sama percayanya bahwa cinta berakhir dengan kita yang, mungkin, masih ingin saling memberi tahu keadaan masing-masing dan memberi salam, namun ada sesuatu yang membuat kita sadar, kapan lagi akan ada sebuah tatapan, sapaan, dan perkenalan yang baru?

: tiga bulan minus satu hari saya belajar mengenal dan mencintai kamu


CINTA YG TLAH PERGI



perasaan yg hilang
kini kembali bersemi
semua kembali ku rasakan
saat ku tatap dirinya
seseorang yg selama ini ku lupakan
kini dan tak dapat ku hindari

waktu yg tlah terbuang
tak mampu merubah semua
rasa cinta yg ku rasakan
yg kekal abadi selamanya
tapi itu hanya ilusi di hati
aku tak bisa memiliki mu

aku mencintaimu hanya sebatas mimpi
dan terlukiskan sentuhan di hati
akankah ada cinta yg tersisa untukku
yg mengungkapkan segala yg kurasa

aku mencintaimu hanya sebatas mimpi
dan meninggalkan luka di hatiku
tak kuasa ku mencari cahaya di hatimu
jika selain cinta yg tlah pergi

kini ku tahu kau tak dapat ku miliki
tak ada ruang lain di hatinya....
di hatinya.....

Mereka Bilang Aku Akan Mati



Untuk  Titin dan Fiandra

Ayahku seorang pemabuk. Dia selalu meminum kelakar murah di lapo dan bar kelas rendah. Pergi usai senja setelah menghajar letih ibuku yang menjual murah kehormatannya. Lalu kembali pada pagi berikutnya tak lupa mencecar padaku yang tak nyata adanya. Dia bilang aku akan mati. Suatu hari nanti. Karena aku tidak berguna. Aku tak seharusnya ada.

Ibuku seorang pemuja. Dia sujud pada bentakan dan senggama setiap pria baik ayah atau lainnya. Melacur bukan semata harta, tapi bunga yang tak datang dari cinta masa remaja. Aku adalah cacat seperti parut pada wajah yang telah buruk dari asalnya. Adalah hama bagi ranum mangga muda yang menjadikannya kecut meski akhirnya memerah seperti senja. Ibu bilang aku pasti mati. Mengenaskan tanpa cinta dan keluarga. Ditanganku, ditangannya, atau malang yang menemaniku sepanjang masa.

Kau adalah bisa. Menancap dalam taring duka yang tak putus merobek asa. Kau menjadi selimut terdingin dalam gigil malamku yang meredup di sisa tenaga. Bisa menjelma pisau. Mencerabut nyawa dipangkal tenggorokan. Meradang. Beralih menghujam yang tersisa dari detakan. Jantung kecil yang melemah, sejenak menggelepar, lalu senyap tak bersuara. Kau pastikan aku akan mati. Sekarang atau nanti.Atau seratus tahun lagi. Jelas kau akan yang kan menyoraki lenyapnya si mati.

Ayahku bilang aku akan mati. Ibuku bilang aku pasti mati. Kau pastikan aku akan mati. Mereka bilang aku akan mati. Ku katakan.. ya! Aku akan mati.. Tapi tidak hari ini, tidak detik ini, tidak untuk kalian soraki, tidak untuk kalian puasi!

Jumat, 07 Oktober 2011

KERAJAAN MATAHARI 2


katakan dengan jujur sahabatku
apa yang kau rasa ketika terpejam mata
hati terdiam dan terbang ke langit hingga
mengepak sayap, di antara asteroid asteroid kasih sayangNya

dan debedebu bersatu
dalam kabut angkasa lembut
menyelusup bersenyawa dengan denyutdenyut jantung
membirama di alunan nafas
tersenyum dalam peluk mendesah
dalam hangat bertaut
bercanda berlompatan di antara bintangbintang

kerajaan matahari
adalah kita
satu titik debu yang mungkin tak berharga
tetapi kita masih bisa menggamitkan senyum
di lembut kuasaNya

KERAJAAN MATAHARI


dalam kerajaan matahari
ada kelembutan
ada keangkuhan
ada ketegaran
dan ada yang lemah lunglai, lemes
semua berenangrenang di lautan debudebu angkasa

menghitung hitung
sampai batas mana usia
telah ku perbuat
untuk mengubah gelap menjadi cahaya

angan menerawang hati dan rasa dalam jiwa
serupa gelombang berseliweran tak terlihat
tetapi semua nyata
nyata
tak bisa dusta

sebab debudebu angkasa adalah mataNya
sebab debudebu angkasa adalah pita magnetik
yang bisa merekam semua apa
hingga gerak hati
tanpa daya

dalam kerajaan matahari
adalah ruangruang
di mana bisa ditemukan permata biru cemerlang
yang bisa dibawa bawa untuk menerang kegelapan
bersabar dan terus bersabar
seperti saat menanti kelahiran sebuah bintang

Minggu, 02 Oktober 2011

Aku Mengetik Riwayat Malammu

Menjelang dini hari
Nyenyakkah dirimu di seberang sana
Irama dengkurmukah yang kudengar seirama zikir angin di telinga daundaun mengembun harum

Diantara tiga perempat malam engkaukah yang menoreh desimal hingga tak hingga bilangannya
Dalam pejam yang jaga
Menolak mimpi yang nista

Menjelang fajar nanti
Engkaukah yang diam-diam
mendatangi rumahnya
Menyampaikan salam bahagia
Dengan mata berkaca-kaca

Dini hari ini
Aku mengetik riwayat malammu
Untuk penerang jalanku