Mengenai Saya

Foto saya
My Name : dr. Jopie Artha Alhitya Dane .Spa Kita hanya miliki waktu yang terbatas. Ketika cahaya masih bersinar di atas sebelum kau ditelan gelap Dan aku kembali terlelap Kau hanya semu katanya, tidak pernah nyata Tapi hanya dirimu yang begitu dekat denganku selain Tuhan dan Bundaku.

Minggu, 12 Juni 2011

Cinta Memiliki Caranya Sendiri

entah untuk berapa ribu kali aku baru bisa mengerti
meski telah kumasuki lorong waktu
kutelusuri ruang-ruang hidup ini
hanya untuk mencari tahu
lalu memahami sebuah kalimatmu
yang datang bersama alunan angin pantai
 membelai malam dengan damai
," aku terlalu menyayangimu,
seperti aku menyanyangi sesuatu barang yang penting dalam hidupku.
 Jangankan memindahkannya
menyetuh saja kutakut membuatnya tergores."
Namun cinta memang tak perlu kita mengerti
karena ia ada memang bukan untuk kita pahami
ia ada ...menjadikan tiap jejak kenangan kita
sejarah rasa yang senantiasa melekat di jiwa  tuk selamanya
karena cinta  memiliki sendiri cara
seakan-akan menjadi mulut
yang memiliki  rangkaian makna
yang tak pernah kehabisan kata-kata   di tubuh kehidupan
seperti cintaku  yang dengan seluruh perasaanku tak kan reda
: mencintaimu

Rabu, 08 Juni 2011

〜∽∾∿ Hati Kita ∿∾∽〜


Tak satu pun ada
menggurat menjadi ada
senarsenar harfa tak bersuara
menyudut diam tertutup jelaga

Sedang nyanyian mentari
bergema sejak fajar hingga senja
dengan riang yang sahaja

Ah...
rindumu mengusik senyapku
yang enggan beranjak 
dari ketaksadarannya

Kini, lagu apa harus kunyanyikan
sedang kata membisu
atau kau melebur saja di akar jantungku
agar rindu enyahkan pilu yang melagu

Dan hati kita menari irama cinta
selayak balerina melenturkan tubuh
menekuk santun dibulatan pijar cahaya.



Catatan Kepada Sang Penanti

           Begitu banyak kautemui penantian demi penantian di sepanjang jalan hidupmu. Entah itu di sebuah kafe kecil di sudut kota, di sebuah peron, bahkan di terminal yang sepi. Kau lebih suka duduk diam sambil ditemani sebatang rokok dan secangkir kopi yang kadang mulai mendingin. Hujan pun kadang turut menemanimu di dalam sebuah penantian yang mungkin tak kunjung selesai.

            Kau lebih menyukai gelap malam sebagai tempat persembunyianmu yang sempurna. Sebab itu kau membenci cermin, jendela atau pun permukaan danau yang bisa memantulkan bayangan dirimu. Di bangku sebuah taman kautemui kebohongan di antara pasangan yang berjanji temu di hari pertama. Bukankah kebohongan itu serupa dengan janji yang diingkari oleh si lelaki pelukis langit terhadap sang bidadari?

            Ada penantian seorang Bardo di balik terali besi yang dibalas sebuah pengkhianatan oleh Anastasia yang telah menyandera hatinya. Juga penantian seorang Anamira yang ditinggal Didra, pujaan hatinya yang meregang nyawa di tengah lautan yang bergelombang. Dan penantian panjang seorang Aditia yang mencintai Aina seumur hidupnya hingga di sebuah beranda panti jompo.

            Kutulis lagi di sini puisi indah yang pernah kautuliskan di bangku sebuah bus stand untuk seorang bernama Aina:

                                                                               sendiri diam-diam
                                                                              aku pun menyerah
                                                                          tinggalkan riuh gemuruh
                                                                                  hidup seluruh
                                                                              aku tak lagi hirau
                                                                          pada semua fana dunia
                                                                        biarlah sunyi menjadi sepi
                                                                              mati juga sendiri…

            Hujan masih turun. Dan kau berlari menembus hujan itu. Membawa semua pertanyaan yang memberati kepalamu. Kau terus berlari dalam hujan. Sampai kini kau masih terus berlari. Tak pernah berhenti. Tak mau berhenti. Sebagai Sang Penanti.

Setangkai Kembang Doa

dengan segenap makna
dari hati kususun berlapis-lapis doa
menjadi tart kata-kata
kuhias dengan cinta persaudaraan
yang tak  akan pernah sirna
di atasnya lentera jiwa merah menyala
beriring dengan segenap penghuni semesta
kami dengan cara-cara yang berbeda
ikut serta berdendang
menerbangkan riang
menyambut hari mengulang kelahiranmu
ke mayapada

mengatup tangan
dengan sepasang sayap ketulusan dan kasih sayang
kupanjatkan beribu permohonan ke langit sana
semoga segala jejakmu senantiasa rimbun bahagia
hatimu mampu  laksana cahaya
selalu  dewasa memaknai  peristiwa dunia
yang sering datang  menyerupai rajut jala
mengantar  kenyataan  yang kadang sulit dimengerti dengan logika
namun semua tak membuat nuranimu berhenti
karena Tuhan juga melengkapimu dengan semangat dan  ketegaran
yang selalu pasang
tuk' menyatukan aksara dan melagukan puisi-puisi jiwa buat semesta

Kisah

jernih malam ini menelanjangi jarak
membuatku beranjak
dari sebuah jejak

dan dari sini
ku lihat rindu, di sana
ku kuras dengan nafasku
bau segala tanda yang menghantarkan
aku pada bahagia

sekiranya begitu
dari keadaan 'antara' ; pasti dan tidak pasti
ku menanti sebuah 'nanti'

"kau lelah"
kata angin di sampingku
yang membelai rambut panjangku
sepanjang waktuku tanpa henti 'begini'

"tidak"
kataku yang berkali kali menjadi jawab
dari pertanyaan pertanyaan
aneh telah mengasihiku

jernih malam ini
merupakan bagian dari arus waktu
mencipta pengulangan
dari beberapa pengulangan ini
ada sesuatu yang tak kudapat
tetapi ada yang lebih
telah kudapat;

jernih malam ini
kekasih
seperti jernih telapak tanganmu
yang memasuki telapak tanganku
di 'antara' uap kopi
yang membentuk secarik kisah
kita

(kau di sana)

Selasa, 07 Juni 2011

Jalan Di Depan Bekas Kita

menapaki jalan panjang
lurus, berliku, datar, jurang
dari sana hingga ke sini telah terlewati
kita temukan bekas jalan kita di depan
akhir masa lalu kita di sana menanti

sedih pernah mengerang menggerayang
dan riang juga tak jarang
pula sedih dan riang akan kembali
dalam kesempatan di suatu jaman
begitulah kisah hendak mengulang lagi

seperti kita telah lukai orang
atau pernah bahagiakan sembarang
lalu kitalah orang terlukai
dan pulalah kita terbahagiakan
semua pada diri akan kembali sebelum mati

HMMMM

Kalau benci mengapa telpun dan sms setiap hari. Kalau bertemupun tak sudi kenapa juga mencari-cari. Jika dihatimu dipenuhi kemarahan dan dendam kenapa malah minta diperhatikan. Alangkah tipisnya benang hati yang membatasi jiwa manusia. Hari ini berucap cinta lalu setengah mati berusaha menyakiti setelah patah hati. Hari ini membenci lalu diam-diam mencintai. Manusia bodoh adalah manusia yang tidak mau belajar !