Mengenai Saya

Foto saya
My Name : dr. Jopie Artha Alhitya Dane .Spa Kita hanya miliki waktu yang terbatas. Ketika cahaya masih bersinar di atas sebelum kau ditelan gelap Dan aku kembali terlelap Kau hanya semu katanya, tidak pernah nyata Tapi hanya dirimu yang begitu dekat denganku selain Tuhan dan Bundaku.

Sabtu, 23 Juli 2011

Bagaimana Denganmu?

lepas senja
hanya ada kita dan katakata yang berhamburan
seperti derai gerimis yang sempat singgah
lalu kita sama menukar tanya tentang hidup

aku, seperti yang kau tahu
dan hujan yang masih tetap di harihariku

Maaf, untuk rasa ini...


Aku sudah lupa apa itu puisi,
Bahkan aku tak ingat bagaimana harus menulis,

Seingatku,
Aku hanya menulis tentang kamu,
Aku hanya berpuisi untukmu,

Sejuta kata tlah ku rangkai atas namamu, bintang
Seribu puisi tlah ku gadai untukmu, kejoraku...
Tapi semua bagai debu,
Tak bersisa ketika angin membawanya serta...

Bidadariku...
Aku tak ingin lagi menulis tentang kamu
Aku tak ingin lagi berpuisi untukmu
: karena ada rasa lain yang kini menghantui

Senin, 27 Juni 2011

Gerimis Dini Hari

aku masih terjaga
masih menghitung detak jam dinding menuju pagi
sementara gerimis masih betah berderai
dan sekali lagi kau sertakan suaramu
yang kau arak bersama barisan gerimis
di luar sana

Minggu, 26 Juni 2011

AKU MENCINTAIMU UTUH TAK TERSENTUH ♥ ♥

Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..

Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh.....

Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi.. Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?

Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?
Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?

Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…

Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.

Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..

Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. .

Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?…. untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?

Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta…

Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..,

Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH.

Infeksi Kulit Pada Si Kecil


Si kecil mengalami infeksi kulit? Tingkah lakunya yang energik dan selalu aktif bermain dengan benda-benda di sekitarnya, terkadang memudahkan si kecil terinfeksi berbagai kuman penyakit, salah satunya adalah infeksi kulit. Namun Anda tidak perlu cemas karena tidak semua infeksi kulit dapat membahayakan.
 
Impetigo
Impetigo adalah infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula)Infeksi ini menempati urutan ketiga penyakit kulit tersering pada anak setelah eksim dan kutil, terutama yang kurang menjaga kebersihan tubuhnya.
Lepuhan-lepuhan kecil ini kebanyakan menyerang anak-anak berusia 2-6 tahun. Kemunculannya bisa di bagian tubuh manapun, terutama pada wajah, lengan dan tungkai.
Impetigo berawal dari luka terbuka yang menimbulkan rasa gatal, kemudian melepuh dan mengeluarkan isi lepuhannya lalu mengering hingga akhirnya membentuk keropeng. Penyakit yang disebabkan bakteri Staphylococcus atau Streptococcus ini, menular melalui cairan yang berasal dari lepuhannya.
Untuk menghilangkan bakteri penyebabnya, dokter akan memberikan antibiotika yang bisa berupa pil atau salep, tergantung dengan kondisi anak dan luasnya infeksi. Jika infeksi tergolong ringan biasanya akan diberikan salep antibiotik. Sedangkan pada yang berat, antibiotika bisa diberikan dengan cara keduanya. Untuk melepaskan keropeng, kulit yang terinfeksi sebaiknya dicuci dengan sabun anti-bakteri beberapa kali dalam sehari.
Molluscum Contagiosum
Molluscum contagiosum merupakan penyakit kulit yang muncul seperti kutil berkelompok berbentuk seperti mutiara yang bersifat contagious atau menular. Kutil berwarna coklat muda ini berukuran hingga 1 cm dan muncul di area dada dan punggung. Bila dipencet, akan keluar isi seperti nasi berwarna putih kekuningan.
Infeksi kulit ini umum terjadi dan disebabkan human poxvirus dan paling banyak mengenai anak-anak berusia 2 sampai 5 tahun. Biasanya, kuman menular langsung karena bersentuhan dengan kutil atau kontak langsung dengan anak yang terinfeksi kuman.
Terdapat beberapa terapi untuk mengangkat kutil seperti ekstrasi ataupun pembakaran kutil dengan zat kimia namun terapi ini bisa menimbulkan nyeri. Langkah lainnya adalah dengan pemberian salep bersifat asam yang dapat mengikis kutil atau salep pencegah penyebaran kutil sehingga lebih cepat sembuh tanpa bekas. Meskipun demikian Molluscum contagiosum bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Pada anak yang sehat, kutil bertahan selama 6 hingga 8 minggu yang kemudian menghilang tanpa bekas secara perlahan. Namun karena infeksi ini dapat menulari kulit sekitarnya, maka untuk sembuh sempurna dibutuhkan waktu sekitar 8 bulan.
 
Jamur di Kepala
Kepala si kecil ternyata tidak hanya mudah terkena ketombe tapi juga rentan terserang jamur. Jamur yang tumbuh di kepala ini, bentuknya bermacam-macam, ada yang menyerupai ketombe tanpa gambaran pitak yang jelas, ada pula botak setempat dengan ujung rambut patah-patah atau kulit di area tersebut kasar dan tak sehat.
Kemuculannya ditandai dengan gejala awal berupa rambut kusam, mudah patah dan rontok, kulit kepala gatal dan bersisik. Pada kasus jamur kepala yang berat, bahkan timbul bisul-bisul di kepala dan dapat terjadi kebotakan yang permanen.
Jamur ini sulit dihilangkan sendiri tanpa bantuan obat dan  tidak akan sembuh jika hanya menggunakan shampo anti ketombe. Jamur bahkan dapat bertambah banyak bila diobati salep untuk eksim. Anda perlu mencurigai pertumbuhan jamur bila terjadi kebotakan dengan kulit kepala mengelupas atau berkerak. Untuk memastikan penyebab kebotakan pada anak, dokter akan mengambil spesimen rambut atau kerak dan kemudian memberikan obat antijamur yang sesuai.
Viral Warts
Viral warts adalah pertumbuhan berlebih lapisan luar (epitel) kulit yang jinak dan disebabkan kuman human papillomavirus.
Viral warts atau kutil virus ini mulai muncul pada usia anak, kemudian meningkat pada saat remaja, dan akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu dua tahun. Namun, sebelum menghilang akan muncul jaring-jaring kehitaman di area kutil akibat kematian kapiler darah.
Virus ini juga bersifat menular. Bahkan pada beberapa orang, jenis kutil ini bisa bertahan lama, bertambah banyak dan besar, karena itulah tindakan pengobatan diperlukan.
Pengobatannya bisa dilakukan dengan menggunakan salep asam salisilat, terapi beku (krioterapi) dengan efek samping nyeri dan meninggalkan bekas atau bisa juga menggunakan larutan silver nitrat dan glutaraldehid.

Breath-Holding Spells


  Melihat si kecil tak sadarkan diri dengan wajah membiru memang sangat menakutkan. Tapi Anda tak perlu khawatir, karena kondisi ini tidak berbahaya.
Breath-holding spell adalah suatu kondisi ketika anak merasa kesakitan, marah ataupun ketakutan, sehingga Ia melepaskannya dengan menangis keras lalu menahan napas dan tidak bersuara.
Keadaan ini disebabkan oleh suatu refleks yang abnormal dan menyebabkan 5% anak menahan napas cukup lama hingga ia menjadi tidak sadarkan diri.
Tanda-tanda breath-holding spell:

Breath-holding spell tidak berbahaya dan bukan merupakan penyakit epilepsi. Serangan ini biasanya terjadi pada anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun dan menyerang ketika anak baru terbangun dari tidur. Umumnya dalam sehari bisa terjadi 1-2 kali, namun setelah si kecil berusia 4 tahun akan hilang dengan sendirinya. Breath-holding spell, ditandai dengan gejala sebagai berikut :

  • Si kecil menangis keras dan menahan napasnya.
  • Di sekitar mulutnya akan terlihat warna biru lalu tidak sadarkan diri.
  • Tubuhnya menjadi kaku dan beberapa kali terlihat bergerak seperti kejang.
  • Keadaan si kecil akan kembali normal dalam waktu kurang dari 1 menit

Bagaimana merawatnya?
  • Selama serangan. Anda tidak perlu panik karena serangan ini tidak berbahaya dan akan berhenti dengan sendirinya. Baringkan si kecil di atas tempat tidur. Dalam posisi terlentang rata, aliran darah ke otak akan membaik dan mungkin dapat mencegah timbulnya kejang. Letakkan kompres dingin di dahinya hingga ia sadar kembali. Catat lamanya serangan dan jangan memasukan sesuatu ke dalam mulutnya.
  • Setelah serangan. Tenangkan dirinya sambil Anda memeluknya. Jangan memperlihatkan wajah panik dan ketakutan Anda pada si kecil.
  • Pencegahan trauma. Kondisi yang paling berbahaya adalah trauma pada bagian kepala. Bila saat serangan terjadi si kecil sedang berada di dekat benda-benda keras, segera baringkan dia jauh dari benda tersebut.
Apakah bisa dicegah?

Serangan ini tdak dapat dicegah bila disebabkan si kecil terjatuh atau dalam kondisi marah dan ketakutan. Namun Anda bisa menghindari si kecil agar tidak menjadi biru dengan mengalihkan perhatiannya. Peluklah si kecil dan perlihatkan sesuatu yang menarik padanya. Anak yang mengalami anemia lebih sering mengalami serangan ini.
 
Perlukah menghubungi dokter?

Meskipun tidak berbahaya, namun sebaiknya Anda harus tetap waspada. Segera periksakan kondisi si kecil ke dokter bila serangan terjadi lebih dari satu kali dalam seminggu dan berlangsung lebih dari satu menit. Pola serangan yang berubah juga perlu Anda perhatikan.

Imunisasi Anak & Reaksi yang Ditimbulkan


 
Imunisasi, tak hanya menjaga agar anak tetap sehat, tapi juga ampuh untuk mencegah dan menangkal timbulnya penyakit serta kematian pada anak-anak. Lalu mengapa kadangkala orangtua kerap mengabaikan tindakan penting tersebut? Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Sesuai dengan yang diprogramkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO (Badan Kesehatan Dunia), Pemerintah Indonesia menetapkan ada 12  imunisasi yang harus diberikan kepada anak-anak. 5 Diantaranya merupakan imunisasi yang wajib diberikan sebab fungsinya adalah untuk mencegah anak dari serangan penyakit. Sedangkan 7 jenis imunisasi lainnya merupakan imunisasi yang dianjurkan sebab hanya berfungsi untuk menambah daya tahan tubuh anak terhadap beberapa jenis penyakit.
IMUNISASI WAJIB
Imunisasi yang wajib diberikan pada balita di bawah 12 bulan adalah BCG, hepatitis B, polio, DPT dan campak. Berfungsi untuk menangkis penyakit-penyakit yang dapat menimbulkan kematian serta kecacatan. Seperti TBC, Hepatitis dan Polio. Sedangkan reaksi masing-masing imunisasi juga berbeda-beda pada setiap anak, tergantung pada penyimpanan vaksin dan sensitivitas tubuh tiap anak.
BCG
Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan, vaksin ini mengandung bakteri bacillus calmette-guerrin hidup yang dilemahkan sebanyak 50.000-1.000.000 partikel/dosis. Biasanya reaksi yang ditimbulkan oleh imunisasi ini adalah setelah 4-6 minggu di tempat bekas suntikan akan timbul bisul kecil yang akan pecah. Namun jangan kautir, sebab hal ini merupakan reaksi yang normal. Namun jika bisulnya dan timbul kelenjar pada ketiak atau lipatan paha, sebaiknya anak segera dibawa kembali ke dokter. Sementara waktu untuk mengatasi pembengkakan, kompres bekas suntikan dengan cairan antiseptik.
Hepatitis B
Imunisasi Hepatitis B untuk mencegah penyakit yang disebabkan virus hepatitis B yang berakibat pada hati. Penyakit itu menular melalui darah atau cairan tubuh yang lain dari orang yang terinfeksi. Vaksin ini diberikan 3 kali hingga usia 3-6 bulan.
Polio
Imunisasi polio memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. Penyakit ini disebabkan virus, menyebar melalui tinja/kotoran orang yang terinfeksi. Anak yang terkena polio dapat menjadi lumpuh layuh. Vaksin polio ada dua jenis, yakni vaccine polio inactivated (IPV) dan vaccine polio  oral (OPV). Vaksin ini diberikan pada bayi baru lahir, 2,4,6,18 bulan dan 5 tahun.
Campak
Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek). Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis pada saat anak berumur 9 bulan dan vaksin kedua 6 tahun. Reaksi imunisasi Campak biasanya timbul seminggu kemudian berupa demam, diare, atau keluar bintik-bintik merah di kulit. Namun efek ini tergolong ringan sekali sehingga tak perlu ada yang dikhawatirkan sebab biasanya akan sembuh sendiri.
DTP
Imunisasi DPT adalah suatu vaksin yang melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus. Difteri disebabkan bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal. Penyakit ini mudah menular melalui batuk atau bersin. Pertusis (batuk rejan) adalah infeksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernafasan yang melengking. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, kejang dan kerusakan otak. Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang. Vasin ini diberikan 5 kali pada usia 2,4,6,18 bulan dan 5 tahun.

Reaksi lokal yang mungkin timbul oleh imunisasi ini adalah rasa nyeri, merah dan bengkak selama satu-dua hari di bekas suntikan. Untuk mengatasinya beri kompres hangat. Umumnya pasca imunisasi ini anak agak demam dan rewel. Berikan si kecil obat penurun panas dan banyak minum terutama ASI. Namun kini sudah ada vaksin DPT yang tidak menimbulkan reaksi apapun, baik lokal maupun umum, yakni vaksin DtaP (diphtheria, tetanus, acellullar pertussis), sayangnya harga untuk imunisasi ini masih tergolong mahal. Biasanya dokter akan memberikan pilihan, jadi tegantung pada orangtua mau memilih yang mana.
 
IMUNISASI YANG DIANJURKAN Vaksin-vaksin tersebut adalah Hib, Pneumokokus (PCV), Influenza, MMR, Tifoid, Hepatitis A, dan Varisela.
Hib
Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh haemophilus influenza tipe b yang disebabkan oleh bakteri. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis (radang selaput otak), pneumonia (radang paru) dan infeksi tenggorokan. Vaksin ini diberikan 4 kali pada usia 2,4,6 dan 15-18 bulan.
Pneumokokus (PCV)
Imunisasi ini untuk mencegah penyakit paru-paru dan radang otak. Imunisasi ini juga melindungi anak terhadap bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga dan radang tenggorokan. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti meningitis dan radang paru.

Vaksin Influenza
Dapat diberikan setahun sekali sejak umur 6 bulan. Vaksin ini dapat terus diberikan hingga dewasa.
MMR
MMR merupakan pengulangan vaksin campak, ditambah dengan Gondongan dan Rubela (Campak Jerman). Diberikan saat anak usia 15 bulan dan diulang saat anak berusia 6 tahun. Reaksi dari vaksin ini biasanya baru muncul tiga minggu setelah diberikan, berupa bengkak di kelenjar belakang telinga. Untuk mengatasinya, berikan anak obat penghilang nyeri. Patut diperhatikan, jangan langsung membawa pulang anak setelah ia diimunisasi MMR. Tunggulah hingga 15 menit, sehingga jika timbul suatu reaksi bisa langsung ditangani.
Imunisasi varisella
Berfungsi memberikan perlindungan terhadap cacar air. Cacar air ditandai dengan ruam kulit yang membentuk lepuhan, komplikasinya infeksi kulit dan bisa infeksi di otak. Vaksin ini diberikan pada anak usia 1-13 tahun 1 kali dan lebih dari 13 tahun 2 kali.

Tifoid
Imunisasi untuk mencegah Typus. Imunisasi ini dapat diulang setiap 3 tahun.

Hepatitis A
Imunisasi inidapat diberikan pada anak usia di atas 2 tahun.
SYARAT PEMBERIAN IMUNISASI
Paling utama adalah anak yang akan mendapat imunisasi harus dalam kondisi sehat. Sebab pada prinsipnya imunisasi itu merupakan pemberian virus dengan memasukkan virus, bakteri, atau bagian dari bakteri ke dalam tubuh, dan kemudian menimbulkan antibodi (kekebalan). Nah, untuk membentuk kekebalan yang tinggi, anak harus dalam kondisi fit. Jika anak dalam kondisi sakit maka kekebalan yang terbentuk tidak bagus.

Imunisasi tidak boleh diberikan hanya pada kondisi tertentu misalkan anak mengalami kelainan atau penurunan daya tahan tubuh misalkan gizi buruk atau penyakit HIV/AIDS atau dalam penggunaan obat obatan steroid, anak diketahui mengalami reaksi alergi berat terhadap imunisasi tertentu atau komponen imunisasi tertentu.
VAKSIN KOMBINASI
Biasanya diberikan pada anak yang orangtuanya lupa pada jadwal vaksinasi anaknya. Jadi, para orangtua tak perlu takut jika sempat terlewat jadwal imunisiasi buah hari sebab tak ada itu istilah hangus untuk imunisasi. Orangtua pun tak perlu harus mengulang imunisasi dari awal sebab sel-sel memori dalam tubuh mampu mengingat dan akan merangsang kekebalan bila diberikan imunisasi berikutnya.